Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 September 2018

Telaga Ngebel

Telaga Ngebel

 
Telaga Ngebel adalah sebuah danau alami yang terletak di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kecamatan Ngebel sendiri terletak di kaki gunung Wilis. Telaga Ngebel terletak sekitar 30 KM dari pusat kota Ponorogo atau yang terkenal dengan nama Kota Reog. Keliling dari Telaga Ngebel sekitar 5 KM. Dengan suhu antara 20 - 26 derajat celcius, suhu dingin nan sejuk membuat pengunjung makin nyaman mengunjungi Telaga Ngebel. Selain Reog, Telaga Ngebel merupakan salah satu andalan wisata yang dimiliki Kabupaten Ponorogo. Pemasok air bagi Telaga Ngebel terdiri dari berbagai sumber. Sumber air yang cukup deras berasal dari Kanal Santen. Selain itu, juga terdapat sungai yang mengalirinya, di mana dibagian hulu sungai terdapat air terjun yang diberi nama Air Terjun Toyomarto.

LegendaTelaga Ngebel dihubungkan dengan kisah seekor ular naga bernama “Baru Klinting“. Ular tersebut merupakan jelmaan dari Patih Kerajaan Bantaran Angin. Kala itu Sang patih sedang bermeditasi dengan wujud ular, dan secara tak sengaja ada seorang warga yang membawa ular jelmaan tersebut ke desa.[1]
Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut secara ajaib menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara.
Sang bocah kemudian menancapkan lidi di tanah, versi yang lainnya menyebutkan bahwa yang ditancapkan adalah centong nasi. Namun tidak ada yang berhasil mencabutnya. Bocah ajaib itulah yang berhasil mencabutnya. Dari lubang bekas ditancapkannya lidi atau centong tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah Telaga. Oleh penduduk desa sekitarnya, telaga tersebut diberi nama telaga Ngebel, artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.
Legenda Telaga Ngebel ini konon terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro.

Rabu, 05 September 2018

Gunung Bayangkaki

Pesona Keindahan Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo

 Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo adalah salah satu tempat wisata yang berada di Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari. Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda berada di kota Ponorogo tidak mengunjungi wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut.
Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari ibur lainnya.  Keindahan wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo ini sangatlah baik bagi anda semua yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi tempat wisata Gunung Bayangkaki di kota Ponorogo.

Lokasi

Dimana lokasi Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo ? seperti yang tertulis di atas lokasi terletak di Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Tetapi jika anda masih bingung di mana lokasi atau letak Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo saya sarankan anda mencari dengan mengetik Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo di search google maps saja. Di Google maps sudah tertandai dimana lokasi yang anda cari tersebut.

Daya Tarik
Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota Ponorogo juga terkenal akan Wisata Gunung Bayangkaki di Ponorogo  yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Bayangkaki adalah gunung yang tidak aktif  yang memiliki keindahan alam yang luar biasa sekaligus menyimpan mitos-mitos yang berbau mistis yang masih dipercaya hingga sekarang. Bayangkaki terdiri dari empat puncak. Urutan puncak jika dilihat dari sebelah utara adalah sebagai berikut, paling timur bernama puncak atau gunung Ijo, puncak yang kedua bernama puncak atau Gunung Tuo, yang nomor tiga bernama Puncak Tumpak atau Puncak Bayangkaki kemudian yang ujung barat dinamakan puncak atau gunung Gentong.
Di balik indahnya alam dan kokohnya batu-batu besar yang menjulang tersebut, Bayangkaki memiliki keunikan - keunikan dan masih diselimuti dengan hal-hal dan sekaligus mitos yang terus berkembang dalam masyarakat sampai sekarang. Dibalik mitos mistis yang menyelimuti bayangkaki, Bayangkaki memiliki keindahan alam yang luar biasa.

 

Goa Lowo

Goa Lowo Ponorogo
Goa Lowo ini bisa menjadi salah satu wahana edukasi yang tepat untuk belajar sejarah bersama anak dan keluarga.
Ketika berkunjung ke Goa di Sampung ini, anda akan dimanjakan oleh pernak-pernik peninggalan sejarah. Sehingga anda tidak perlu jauh-jauh untuk pergi daerah Trinil, Ngawi. Dengan begitu anda maupun keluarga bisa berwisata sambil menambah ilmu pengetahuan.
Lokasi Goa Lowo Sampung, Ponorogo memang di bawah bukit sehingga terasa sangat asri. Anda tidak akan bisa melihat Goa Lowo ini dari depan, sebab terhalang oleh banyak kayu berukuran besar. Ia memiliki bentuk yang eksotis, meskipun ukurannya cenderung melebar dan tidak terlalu dalam. Sehingga sepertinya tidak mengapa jika goa ini dikatakan sebagai ceruk besar. Pada sisi kiri goa, terdapat sejenis ceruk agak dalam yang ketik anda memasukinya terdapat tetesan air dari atap goa. Untuk itu anda harus berhati-hati saat memasukinya sebab tetesan air itu membuat bagian lantai gua menjadi licin. Bagian tengah goa dapat menampung hingga puluhan orang karena ukurannya yang cukup lebar.
Sementara bagian kanan goa adalah bagian goa yang cukup menarik. Pasalnya beberapa tahun lampau lokasi tersebut pernah diadakan penggalian kerangka manusia purba. Hasil penggalian sebagian telah dibawa ke Jakarta. Bekas penggalian tersebut masih tampak hingga kini.

Menapaki peninggalan masa purba di Goa Lowo Sampung Ponorogo

Di Goa Lowo ini begitu banyak ditemukan berbagai tulang-belulang dari manusia purba sebagaimana yang ditemukan di daerah Trinil, Kabupaten Ngawi dan Wajak di Kabupaten Tulungagung. Sehingga tidak heran jika lokasi obyek wisata ini sering dijadikan lokasi penelitian bagi para mahasiswa yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Goa Lowo mempunyai tinggi langit-langit sekitar 11 m, panjang 26 m da lebar 27 m. Goa ini terbagi menjadi 4 ruangan yaitu: ruang semedi, ruang raja rahman senduk, ruang kursi batu dan ruang batu candi. Setiap ruangan di goa ini memiliki sejarah masing-masing. Di situlah para mahasiswa melakukan penelitian meliputi penggalian tanah untuk melihat sedimentasi tanahnya dan serpihan tulang.
Sebelumnya di setiap ruangan ditemukan banyak tulang-belulang manusia purba. Bahkan di halaman goa juga masih ditemukan banyak serpihan atau kepingan tulang-tulang dari manusia purba. Menurut Peneliti Belanda, dahulu manusia purba tersebut memang ada yang dituakan sehingga tulangnya terdapat di dalam gua. Sementara penjaga (pengikut) atau prajurit berada di halaman gua.
Dr. Van Stein Callenfels pernah meneliti Goa Lowo yang bernilai arkeologis tinggi ini pernah melakukan penelitian pada 1928-1931. Hasil kesimpulannya, Goa cantik menawan ini tergolong Abris Sous Roche. Yang berarti goa sebagai tempat tinggal dan berlindung para manusia purba di jaman Mesolithikum dari binatang buas dan perubahan cuaca.

Lokasi Goa Lowo Sampung Ponorogo

Untuk anda yang tertarik mengunjungi Goa Lowo ini anda bisa menuju lokasinya di hutan jati di Dusun Boworejo, Desa Sampung, kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Jika dari pusat kota jaraknya hanya sekitar 25 km. Lokasi Goa Lowo ini berada di sekitar 1 km dari jalan raya Sampung. Memang ketika memasuki obyek wisata ini anda belum bisa menemukan gerbang masuk.